Langkah-langkah Metode Ilmiah

Langkah-langkah Metode Ilmiah

Manusia dibekali dengan sifat ingin tahu. Keingintahuan akan masalah di sekitarnya dapat mengacu pada keingintahuan ilmiah. Misalnya, dari pertanyaan “Mengapa angsa bertelur?”, muncul keinginan untuk melakukan pengamatan dengan sistematik yang akhirnya menghasilkan kesimpulan bahwa angsa termasuk hewan obipar.

Untuk mendapatkan jawaban dari keingintahuan ilmiah, perlu dilakukan kerja ilmiah dengan cara berpikir secara ilmiah dan dengan metode yang tepat, yang disebut metode ilmiah.

Penelitian atau kerja ilmiah yang menerapkan metode ilmiah berarti dalam penyelidikannya harus kritis dan berhati-hati dalam mencari prinsip dan fakta; penyelidikan yang sangat cerdik agar dapat mendapatkan kebenaran dan menetapkan sesuatu. Dalam melakukan penelitian ilmiah, ada hal-hal penting yang harus dilakukan oleh peneliti. Itulah yang akan dibahas dalam artikel ini.

Langkah-langkah Metode Ilmiah

A. Merencanakan Penelitian Ilmiah
Dalam melakukan penelitian, perlu adanya langkah-langkah yang teratur dan sistematis. Selain itu, peneliti juga harus berpikir logis. Adapun tahap pertama dalam melakukan penelitian biasanya dimulai dengan merencanakan penelitian. Berikut ini kegiatan-kegiatan dalam merecanakan penelitian.

1. Menetapkan Bentuk Penelitian
Penelitian dapat dibagi menjadi beberapa aspek tinjauan, seperti metode dan aspek tujuan.

a. Aspek Metode
Pada aspek metode, bentuk penelitian dapat dibagi menjadi berikut ini.

1. Penelitian Survei
Pada penelitian survey atau disebut juga penelitian status, peneliti memakai variabel dan populasi yang luas, lalu mengembangkan eksplorasi objek, dan mengklasifikasikan masalah yang hendak diselesaikan.

2. Penelitian Deskripstif
Pada penelitian deskriptif, peneliti melakukan eksplorasi untuk mendeskripsikan objek tertentu dengan jelas dan sistematis. Hal ini bertujuan untuk melakukan prediksi terhadap gejala yang berlaku berdasarkan data yang didapatkan di lapangan.

3. Penelitian Sejarah
Pada penelitian sejarah, peneliti memfokuskan pencarian data dengan melakukan wawancara terhadap para pelaku sejarah.

4. Penelitian Eksperimen
Pada penelitian eksperimen, peneliti melakukan tiga syarat penelitian, yakni pengendalian, manipulasi, dan pengamatan. Selain itu, peneliti juga harus membagi objek penelitian menjadi dua kelompok, antara lain grup perlakuan dan grup kontrol.

b. Aspek Tujuan
Berdasarkan aspek tujuan, ada dua macam bentuk penelitian, antara lain penelitian dasar dan penelitian terapan. Disebut penelitian dasar apabila tujuan penelitian tersebut mengarah pada perluasan ilmu dan disebut dan disebut penelitian terapan apabila tujuannya untuk memecahkan masalah dan memperoleh manfaat bagi masyarakat.

2. Merumuskan Tujuan Penelitian
Dalam suatu penelitian pasti terdapat tujuan yang hendak dicapai. Berikut ini beberapa tujuan penelitian.

a. Mendapatkan Informasi Baru
Apabila suatu teori atau fakta baru diungkap dan disusun secara sistematis oleh seorang peneliti, bisa disebut data tersebut adalah data baru. Misalnya, teori geosentris, teori Einstein, dan sebagainya.

b. Sebagai Pengembangan dan Penjelasan Terhadap Teori yang Sudah Ada
Hal yang juga perlu dipertimbangkan dalam penelitian ilmiah yaitu apakah terjadi pengulangan kerja atau tidak. Misalnya, seorang peneliti masa kini menemukan teori bahwa Bumi itu bulat. Untuk mengantisipasi hal itu, peneliti perlu mencari fakta-fakta penunjang dari sumber hasil penelitian terdahulu, menghubungkannya dengan penelitian saat ini, lalu mendalami masalah yang hendak diselesaikan sehingga dapat diperoleh perkembangan wawasan pengetahuan.

3. Mengidentifikasi dan Merumuskan Masalah
Dalam merencanakan suatu penelitian, perlu adanya pertimbangan apakah suatu masalah sesuai dan layak untuk diteliti atau tidak. Pertimbangan ini dapat dilakukan dari dua arah, yaitu dari arah calon peneliti dan dari arah masalanya.

Loading...

a. Pertimbangan dari Arah Calon Peneliti
Berikut ini berbagai pertimbangan untuk melakukan penelitian ditinjau dari arah calon peneliti:

1) biaya;
2) waktu;
3) bekal kemampuan;
4) perlengkapan dan alat-alat yang tersedia.

b. Pertimbangan dari Arah Masalahnya
Pertimbangan ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui seberapa banyak penelitian terhadap suatu masalah akan memberikan sumbangan terhadap hal-hal berikut ini:

1) pemecahan masalah praktis;
2) pengembangan teori di bidang yang berkaitan dengan dasar teoritis penelitian.

4. Studi Pustaka
Studi pustaka dapat berupa kajian yang bersifat teoritis yang pembahasannya fokus pada informasi sekitar masalah yang ingin dipecahkan. Dalam studi pustaka, ada sejumlah sumber yang dapat digunakan, seperti buku, jurnal penelitian, majalah, surat kabar, dan internet.

5. Menyusun Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara secara teoritis dan kebenarannya perlu diuji secara empiris berdasarkan data yang didapatkan di lapangan. Hipotesis terdiri dari dua macam, yaitu hipotesis alternatif dan hipotesis nol.

Suatu hipotesis disebut hipotesis alternatif jika hipotesis tersebut menyatakan ada hubungan, pengaruh, atau perbedaan pada variabel yang diteliti. Sebaliknya, disebut hipotesis nol apabila hipotesis tersebut menyatakan tidak ada pengaruh, hubungan, atau perbedaan pada variabel yang diteliti.

6. Menetapkan Variabel
Sebagai persiapan metodologis untuk melakukan pengujian terhadap hipotesis penelitian, perlu adanya identifikasi terhadap variabel-variabel yang hendak disertakan dalam penelitian. Ada dua macam variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat.

Disebut variabel bebas apabila variabel tersebut berpengaruh terhadap variabel lainnya dan disebut variabel bebas apabila variabel tersebut dipengaruhi oleh variabel bebas.

7. Pemilihan Alat untuk Memperoleh Data
Dalam melakukan penelitian, pemilihan alat disesuaikan dengan variabel yang hendakn diamati. Hal lainnya yang perlu dipertimbangkan adalah kualitas alat. Selain itu, biaya dan tingkat kesulitan dalam penggunaan alat juga perlu dipertimbangkan.

B. Melakukan Penelitian
Setelah melakukan perumusan hipotesis dan seluruh langkah perencanaan, langkah berikutnya yaitu membuktikan kebenaran hipotesis.

1. Taraf Perlakuan

2. Pengendalian Faktor Lain
Tahapan ini merupakan upaya untuk memperlakukan semua faktor dengan tindakan yang sama, kecuali variabel bebas.

3. Pengulangan
Agar hasilnya lebih akurat, perlu adanya sampel lainnya. Dalam penelitian, semakin banyak jumlah sampel, semakin akurat hasil penelitiannya.

4. Pengukuran
Untuk memperoleh data kuantitatif (yang dapat dihitung) yang akurat, perlu adanya pengamatan dan pengukuran. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat ukur yang standar dan sesuai. Misalnya, meteran dapat digunakan untuk mengukur tinggi suatu tanaman, namun perlu mikroskop untuk mengamati klorofil daun.

C. Mengomunikasikan Hasil Penelitian
dalam tahapan ini, peneliti harus melakukan pengolahan data melalui proses analisis data. Dari hasil analisis yang didapat, peneliti melakukan pembahasan dan menyajikannya dalam bentuk tabel, grafik, atau diagram dan diakhiri dengan pengambilan kesimpulan. Tahapan selanjutnya peneliti mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk seminar, jurnal, majalah, atau buku.

D. Bersikap Ilmiah
Sikap ilmiah merupakan sikap yang harus dimiliki oleh seorang peneliti, seperti berikut ini.

a. Dapat membedakan antara fakta dan opini.
b. Peduli terhadap lingkungan.
c. Mengembangan keingintahuan.
d. Berani dan santun dalam mengajukan argumentasi dan pertanyaan.
e. Mampu bekerja sama.
f. Berpendapat secara kritis dan ilmiah.
g. Berani mengusulkan perbaikan terhadap suatu kondisi bertanggung jawab terhadap usulan yang diberikan.

Demikian materi biologi tentang langkah-langkah metode ilmiah.

referensi: Biologi 1. Oleh: Ari Sulistyorini

Loading...
tempatwisataindonesia.id
Review
5
/* */